Berobat ke Melaka

Akhir bulan Januari (tanggal 22 – 25 Jan), mama saya melakukan pemeriksaan ke Melaka, Malaysia dikarenakan ada keluhan pada bagian urinenya (frekuensi pipisnya terlalu sering). Sudah berobat di beberapa dokter di Jakarta masih belum tuntas akhirnya diputuskan utk ke Melaka. 

Atas saran dari beberapa teman saya, kami putuskan untuk berobat ke Mahkota Medical Centre Hospital (selanjutnya disebut MMC dalam postingan ini). Saya berangkat bertiga dengan mama dan Villia. Jeanne saya tinggal karena pada trip sebelumnya dia cukup rewel dan juga tujuan kesana untuk berobat makanya yang diajak hanya si cici. Dede ditinggal di Jakarta dengan papa dan akungnya. Untuk tiket pesawat, karena sifatnya dadakan saya cari maskapai apa saja yang available kesana. Beruntung bisa dapat tiket murah. PP Jkt – KL naik Malaysia Airlines Rp. 960.000/org. Quite good bargain karena mendadak waktunya (berdekatan pula dengan libur imlek), Full Cost Carrier jadi dapat makanan dan entertainment dan waktu penerbangannya juga oke.

Note : sebelum berangkat kesana pastikan dulu jadwal praktek dokter yg akan dituju. Kontak representatif rumah sakit via email atau google nomer representatif RS di Jakarta. Takutnya pas kita kesana dokter yg kita inginkan tidak praktek. Kantor respresentatif MMC di Indonesia bs dilihat di link sbb

http://www.mahkotamedical.com/tentang-mmc/kantor-perwakilan/indonesia/?lang=id
Day 1 (22 Januari 2017)

Kami tiba di KLIA jam 8 pagi. Sampai disana buru-buru ambil bagasi supaya bisa mengejar bus ke Melaka jam 9. Sebelum ke bus station, saya beli nomer HP di salah satu konter operator MYDIGI. 20rm mendapatkan 1.5GB (awalnya saya kira dapat untuk browsing data 1.5gb ternyata utk data 500mb, musik 500mb sama video 500mb) jd pastikan dulu paket-paketnya sebelum membeli.

Karena ini kali pertama saya pergi ke Melaka, jadi masih bingung banget. Sibuk cari terminal bus di KLIA. Mengikuti papan petunjuk akhirnya kami berhasil menemukan terminal busnya. 

Berdasarkan hasil googling bus murah yg tujuan ke Melaka direct dari KLIA ke Melaka sentral adalah Bus Transnasional. Tiba disana saya coba mencari loket busnya tapi gak ketemu. Ada bus lain menuju Melaka tapi tarifnya sekitar 29RM per keberangkatan. Sedangkan bus transnasional lebih murah. Bolak balik cari gak ketemu akhirnya saya lihat ada bus transnasional tujuan melaka. Saya beranikan diri bertanya ke Uncle supirnya disuruh naik aja. Ya wis ikutin kata si uncle kami bertiga naik dengan perasaan bingung pasrah. 

Pas lg tunggu bus untuk berangkat si mama kebelet pipis gak bisa tahan katanya. Kami ijin ke unclenya utk ke toilet. Toilet di dkt area bus station rusak jd kami naik ke atas lari2 cari toilet mana jauh. Ada 10 menitan dari proses naik-cari toilet-pipis-balik ke bus. Bertiga lari-lari ke arah terminal. Balik-balik, busnya uda atrek mundur mau jalan. Thank God kami gak ketinggalan busnya. Si uncle udah marah-marah kenapa lama. Lalu kami jelasin nyari toiletnya jauh. Trus diomelin katanya bs di KLIA 2 numpang pipisnya. Kita cuma bisa minta maaf aja karna tau salah jg. Dari KLIA, bus menuju ke KLIA2 utk ambil penumpang lalu jalan menuju ke Melaka sentral tanpa berhenti. 

Catatan : dari sebuah forum travelling saya baru mendapatkan informasi bahwa Bus Transnasional tidak ada loketnya di KLIA. Di KLIA bus hanya khusus mengangkut penumpang dengan tiket online. Loket tiket hanya tersedia di KLIA 2. 

Dari forum saya diberikan informasi bahwa ada loket bus direct KLIA 2 langsung menuju MMC. Jadi buat penumpang yang turun di KLIA seperti saya ada dua cara menuju ke Melaka. Jika ingin langsung ke Melaka lewat KLIA maka harus membeli tiket secara online dan di print out. Karena membeli tiket di KLIA harganya lebih mahal 10rm dari tiket bus di KLIA 2

Jika kita ingin lewat KLIA 2 ada beberapa cara yg disarankan jika kita turun dari KLIA yaitu :

1. Naik Train Express. 

Naik train express posisi di bawah (KLIA) dari arrival ke kanan, itu lift langsung turun ke train station KLIA. Tiket KLIA ke KLIA2 harganya 2MYR/org. 
2. Naik fast train (tansit) ke TBS (Terminal Bersepadu Selatan) 

 Dari TBS bus ke melaka tiap setengah jam sekali ( harga tiket bus 10rm keatas tergantung perusahaan bus. Di TBS ada banyak banget busnya. Karena TBS ibarat terminal Kalideresnya Malaysia. Semua bus ngumpul disana.

Note : kalo naik fast train ke TBS (bus station-Terminal Bandar Tasik Selatan) harganya lebih mahal . (Ini disarankan jika bus KLIA2 ke Melaka sudah penuh)

Harga tiket bus direct KLIA – MMC lebih mahal dibandingkan KLIA – Melaka sentral jadi lihat kebutuhannya aja ya apa mau yg direct ke rumah sakitnya atau gak. Dari melaka sentral ke wilayah mahkota sana naik uber/grab ratenya sekitat 10-15rm tergantung situasi dan jamnya ya.  

Tiket online bs dibeli disini

http://www.easybook.com/bus/booking/kliaorklia2-to-malaccamahkotamedicalcentre
Perjalanan KL – Melaka kurang lebih 3 jam. Tiba di Melaka sentral sy bayar tiket langsung ke unclenya 48rm bertiga. Dari melaka sentral kami naik uber ke hotel. 9rm dari MS ke Novotel Melaka. Kami menginap 2 malam disana dgn rate 600rb/malam inc. breakfast. 

Tiba di hotel jam 1an kami beberes lalu memutuskan utk jalan2 di daerah Gereja Christ Church Melaka. Kesana naik uber cuma 3rm. Puas keliling kami mampir ke mal utk cuci mata. Setelah itu pulang ke hotel jalan kaki sambil beli makanan utk makan malam. 
Day 2 (23 Jan)

Sekitar jam 8.30 setelah selesai sarapan di hotel, kami berangkat ke MMC. Naik uber cuma 2 RM. Sebenernya bisa jalan kaki tapi karena hujan jadi kita putuskan untuk naik uber saja. 

Tiba disana langsung menuju front desk MMC untuk mendaftar. Langkah awal untuk pasien baru adalah :

Ambil nomer antrian utk pasien rawat jalan. Nanti tunggu panggilan nomernya sambil siapkan paspor dan KTP pasien yg akan berobat. 

Di layar akan muncul nomer panggilan jadi diperhatikan terus ya layarnya. Saat giliran nomer kita, tujulah meja pendaftaran sesuai nomer yg tertera di layar. Petugas akan meminta kita menyerahkan paspor dan KTP juga kita akan disuruh mengisi form pendaftaran. Kemudian infokan dokter yg ingin kita tuju. Mama saya konsultasi dgn 2 dokter. 1 dokter urolog (dr. Koh Eng Thye) dan dokter tulang (dr. Sivanesan Thirumurthi). 

Setelah selesai kita diwajibkan membayar biaya admin 4RM. Lalu kita akan diinformasikan nomer lantai dan ruangan tempat dokternya praktek. Untuk jadwal praktek, rata-rata dokter disana praktek dari hari senin-jumat dari pagi sampai sore/malam. Untuk biaya dokter tergantung dokternya masing-masing.

Mama saya berkonsultasi dengan 2 dokter disana. Dengan dokter tulang karena sering ada keluhan sakit di persendian dan di urolog karena frekuensi pipis berlebihan. 

Untuk tulang, mama saya diberitahu oleh dokter bahwa nyeri-nyeri dipersendian itu adalah wajar karena faktor usia. Karena dipakai bergerak. Apabila kegiatannya terlalu berat/lama maka bisa terasa sakit. Oleh dr. Siva mama hanya diresepkan vitamin saja. Beda dengan dokter langganan mama di jakarta yg dikit-dikit painkiller dikit-dikit suntik. 

Pemeriksaan selanjutnya adalah dengan urolog. Dr. Koh minta dilakukan USG abdominal utk mengetahui kondisi kantong kemih mama. Hasilnya kantong kemih mama ukurannya mengecil yg menyebabkan mama tidak bisa menahan pipis. Mama disarankan untuk melakukan endoskopi untuk memperlebar kantong kemihnya. Setelah menelpon papa diputuskan untuk endoskopi. Endoskopi sendiri gak diharuskan utk menginap karena hanya makan waktu setengah hari. Tapi karena kami mau klaim ke asuransi maka diputuskan utk nginap semalam. 

Karena dadakan, saya hanya bisa berkonsultasi dengan agen asuransi via Whatsapp untuk tahu step2nya dan minta di email formnya. Sy juga menginformasikan ke asisten dokter bahwa sy mau mengajukan klaim ke asuransi. 

Sepertinya sih assisten dokter disana sudah paham jd sy dibantu jg utk disiapkan segala dokumen pendukungnya. Kemudian sy mengurus administrasi mama sy (deposit 1500rm) bayar cash krn gak bawa kartu kredit. 

Setelah mengurus administrasi utk endoskopinya, mama dibawa ke ruang rawat inapnya sambil menunggu utk tindakan endoskopi. 

Jam 5 dilakukan endoskopi jam 6.30 sudah kembali ke kamar dan beristirahat. Krn sy membawa cici jd gak memungkinkan utk tinggal di RS, akhirnya sy dan cici kembali ke hotel, mama stay sendirian di RS.

Karna ambil kamar ber4 dan kebetulan ada pasien lain yg dirawat, sy minta tolong seorang ibu keluarga pasien sebelah utk membantu mengawasi mama sy. Sy jg info ke suster utk menghubungi sy jika ada sesuatu. Krn hanya tindakan kecil jd masih bs ditinggal. 

Sampai hotel saya langsung buru-buru packing krn besok sudah mau balik ke KL. Sebelumnya sy juga sempat minta perpanjangan waktu check out ke pihak hotel karena takut mama dibolehkan pulang setelah jam 12 siang. Karena saya member accor, sy diberikan kelonggaran sampai pukul 2 siang

Day 3 (24 Jan)

Jam 8 pagi saya kembali ke RS. Mama sudah segar dan sudab selesai sarapan. Ganti pakaian sambil menunggu dokter jam 10 utk visit baru dikasih pulang. Setelah dokter visit, saya baru bisa mengurus untuk mama keluar dari RS. Ke bagian admin dekat ruang rawat inap untuk membayar sisa tagihan dan juga minta form asuransi yg sudah diisi dokter. Ambil obat di farmasi baru pulang deh. Sebelumnya kami beli tiket dl di counter transnasional yg ada di RS utk jam 1 siang. Lalu kembali ke hotel.

Note : jangan lupa minta stempel RS disetiap form terutama invoice RS krn tanpa stempel asuransi P tidak akan approve klaim kita disini. Stempel diminta di bagian front desk

Sampai hotel jam 11an langsung check out dan berangkat ke Melaka sentral. Setiba disana kami keliling Melaka sentral karena bus berangkat jam 1 siang. Setelah hampir jam 12.30 kami menunggu di bagian keberangkatan bus. Karena sy kira bentuk bus transnasionalnya yg sama seperti saat datang dari KL. Ternyata sy salah!!! 

Bus transnasional yg ke KL sentral warnanya ternyata beda dan tidak ada tulisan transnasionalnya. Karena gak ngerti sy main naik aja ke bus yg ada tulisan transnasional dengan supir yg sama waktu sy datang. Udah pede masukin ke bagasi bus barang bawaannya ternyata 3 menit sebelum berangkat dikasih tau klo itu ke KLIA akhirnya buru-buru turun dan ambil barang di bagasi. Ampun deh malunya luar biasa terutama sama si uncle yg menatap sy dengan kesel. Ternyata bus yg harusnya sy naiki itu sudah jalan dari tadi dan kita juga uda lihat sebelumnya cuma karena gak ada tulisannya jadilah kita salah. 

Akhirnya beli tiket lg utk tujuan TBS. Delima klo ga salah nama busnya. Jalan jam 2. Tiba di TBS jam 4.30. Lanjut naik grab ke Mercure Shaw Parade. Iseng coba menginap disana karena baru buka dan dapet rate bagus. 

Sampai disana kami beberes trus keluar hotel untuk cari makan ke daerah mall Pavilion sambilan jalan2.

Day 4 (25 jan)

Karena kami musti ke bandara jam 1 siang (flight jam 4 sore) kami putuskan ke Giant Sungai Wei utk membeli oleh-oleh. Biar gampang aja gak usah ribet2 nawar. Balik ke hotel ambil koper cek out terus naik grab ke bandara (75rm) dan pulang ke jakarta. 

Total biaya kami selama disana (biaya pesawat, hotel, makan dan transportasi) sekitar 5 juta utk 3 org. Utk biaya RS tergantung penyakit dan tindakan. Biaya berobat mama disana 14 juta utk keseluruhan (biaya konsultasi dgn 2 dokter, biaya pemeriksaan dgn alat, endoskopi, obat2an selama 3 bulan. Karena rawat inapnya gak sampai 24jam asuransi hanya membayarkan biaya endoskopi dan rawat inap. Biaya diluar itu (biayak konsultasi, USG dan obat-obatan diluar invoice rawat inap) ditanggung sendiri. Klaim yg keluar sekitar 10jt. Lumayan banget.. 

Puji Tuhan pengobatan mama di Melaka berhasil. Frekuensi pipis mama berkurang drastis dan bisa tahan pipisnya. Bulan ini mama akan balik lagi kesana untuk kontrol. Nanti saya akan posting lagi ya beserta review hotel Novotel Melaka dan Mercure Shaw Parade. 

Ps. Fotonya gak banyak dan gak beraturan karena gak suka foto jadi foto seadanya banget
Ps lagi. Utk langkah klaim asuransi baiknya sebelum berobat ditanyakan ke agen asuransi masing-masing. Secara garis besar, sepertinya sih sama cuma mungkin form dan bukti pendukung yg diminta akan berbeda. Jadi selalu pastikan persyaratan utk melakukan klaim. Sy sekeluarga pakai asuransi Prudential. Jd dibutuhkan sekali invoice asli yang terbubuhkan stempel RS selain form yang sudah diisi oleh dokter. Semua form jg dimintakan untuk dicap pihak RS. Karena kekurangan 1 syarat dipastikan klaim akan ditolak. Sistem klaim berobat di LN kita bayar dl baru reimburst ke pihak asuransi.

Ps lagi. Untuk biaya berobat di melaka terhitung murah dibandingkan di RS swasta Indonesia dan singapura. Dokternya jg komunikatif. Gak usah kuatir kendala bahasa. Karena banyak banget pasien dari indonesia mostly mereka mengerti bahasa indonesia sedikit, bahasa inggris mandarin dan bahasa hokkian jg bisa. Biaya konsultasi dan obat yg dikeluarkan dokter disediakan dan dibayar langsung di ruang konsultasinya. Harga obat terhitung murah karna rata-rata bisa utk dikonsumsi dlm jangka waktu beberapa bulan.

Iklan

One thought on “Berobat ke Melaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s